Berikut Metallica Donasikan Rp1,4 M untuk Kebakaran California

Unit rock Metallica menyumbangkan $100 ribu atau setara Rp1,4 miliar yang diambil dari fondasi amal mereka sendiri untuk membantu usaha pemulihan hutan California yang terbakar hebat beberapa waktu lalu.

Seiring dengan kehancuran yang melanda California, para bintang seperti Dave Grohl dari Foo Fighters dan Lady Gaga menunjukkan simpati dalam berbagai cara seperti menyediakan makanan untuk para petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga : Daftar Harga Kaca

Metallica memilih mendonasikan masing-masing $50 ribu kepada dua organisasi yang membantu pemulihan alam sekaligus membantu para korban yang dirugikan.

All Within My Hands Foundation, nama fondasi tersebut mengunggah sebuah foto di akun Facebook, dilengkapi keterangan yang menjelaskan situasi.

“Sungguh menyedihkan bahwa komunitas di California harus kembali mengalami kehancuran di bagian Utara dan Selatan. All Within My Hands mendonasikan masing-masing $50 ribu untuk North Valley Community Foundation dan Los Angeles Fire Department Foundation, dua agensi yang memberi pelayanan untuk para korban di pusat evakuasi dan pihak-pihak lain yang membutuhkan pemulihan,” tulis All Within My Hands Foundation.

Artikel Terkait : Harga Kayu

“Kami ingin mengajak Anda untuk bergabung mendukung mereka yang memerlukan dengan mendonasikan uang, makanan kalengan, pakaian dan kebutuhan lain, atau memberikan waktu Anda atau tempat berlindung sementara. Sekecil apapun akan membantu,” lanjut tulisan tersebut.

Kebakaran California ini disebut yang lebih besar daripada yang terjadi di Taman Griffith pada 1993.

Saat ini, kebakaran tersebut memaksa 50 ribu penduduk mengungsi, ribuan bangunan hancur, ratusan orang dievakuasi dan setidaknya 63 orang meninggal dunia.

Cuplikan Wanna One Buka Suara Soal Perpanjangan Kontrak

Para penggemar grup idola Wanna One tampaknya mesti menunggu lebih lama soal nasib nasib kesebelasan personel di industri musik Korea Selatan itu.

Salah satu personel Wanna One, Ha Sung Woon menegaskan belum ada pembicaraan tentang kontrak.

“Kami belum membicarakan tentang perpanjangan kontrak kami. Kami sedang berusaha keras untuk album saat ini,” jelas Sung Woon dalam konferensi pers yang digelar Senin, (19/11)

Baca Juga : Harga Besi kolom
Ia menambahkan kalau ia begitu mencintai dan merasa banyak belajar dari boyband yang membesarkan namanya.

“Saya suka bisa tampil di banyak tempat berbeda saat menjadi bagian dari Wanna One. Saya telah berkembang dan bertumbuh pesat dibandingkan ketika saya masih menjadi peserta pelatihan,” kata Sung Woon.

“Saya pikir pengalaman ini adalah hal yang paling membuat saya bertumbuh,” lanjutnya.

Personel lain dari boyband bentukan acara ‘Produce 101 Season 2’ itu, Lee Dae Hwi juga berkomentar senada dengan Sung Woon.

“Terlalu dini untuk membicarakan tentang akhir. Saya tidak berpikir kita sedang dalam tahap membicarakan tentang akhir. Belum ada yang secara khusus dibicarakan,” kata Dae Hwi.

“Kami akan membicarakan hal ini setelah kami selesai mempromosikan album dan kegiatan studio kami mengenai album ini,” lanjutnya, dikutip dari XportNews via Naver.

Kontrak Wanna One dengan pihak agensi CJ E&M dan Swing Entertainment memang masih menjadi tanda tanya terkait kelanjutannya.

Baca juga : Harga Semen Mortar

14 November lalu, agensi Wanna One sempat buka suara soal kabar burung adanya penyelenggaraan konser final yang akan digelar 25-27 Januari 2019 mendatang.

Penyelenggaraan konser tersebut sempat menimbulkan rumor bahwa Wanna One akan memperpanjang kontrak dari yang seharusnya berakhir pada 31 Desember 2018 ini.

“Konser pada Januari tahun depan hingga kini belum final. Perpanjangan kontrak Wanna One masih dalam tahap diskusi. Belum ada yang disepakati,” demikian pernyataan Swing Entertainment

Wanna One akan merilis lagu baru berjudul ‘Spring Breeze’ hari ini pukul enam sore waktu Korea Selatan (19/11). Lagu tersebut merupakan bagian dari album studio pertama mereka bertajuk “1¹¹=1 (POWER OF DESTINY)”

Berikut Aktor Taron Egerton Ingin Tinggalkan ‘Kingsman’

Aktor Taron Egerton yang memerankan Gary ‘Eggsy’ Unwin mungkin saja tak turut berperan dalam prekuel film Kingsman. Namun bukan berarti dirinya tak tahu apa-apa soal lanjutan kisah agen rahasia Inggris tersebut.

Egerton, yang menjadi tokoh utama dalam dua film awal Kingsman, membocorkan sedikit cerita dari Kingsman 3, yang juga menjadi jawaban mengapa ia tak terlibat di dalamnya.

Dilansir dari Ace Showbiz, kala berbincang dengan Yahoo, Egerton mengungkapkan bahwa Kingsman 3 memiliki alur cerita yang tak berhubungan dengannya, dengan latar belakang 100 tahun lalu.

Baca Juga : Harga Granit marmer 60×60

“Bahkan di semesta Kingsman, di mana semuanya mungkin, kecuali kita bisa mengembangkan mesin waktu, saya tak akan mungkin berada di dalamnya. Ide film ini sangat keren. Ia lebih bercerita tentang kisah asli, seperti [Kingsman] yang pertama,” tutur Egerton.

The Great Game, yang telah diputuskan menjadi judul Kingsman 3, direncanakan menuturkan kisah grup intelijen rahasia ini di era awal 1900-an.

Aktor Ralph Fiennes disebut terlibat di dalam film yang akan disutradarai oleh Matthew Vaughn ini.

Bagaimanapun, Egerton menegaskan masih ada kemungkinan dirinya kembali berperan dalam seri Kingsman.

“Saya punya kontrak yang ‘memaksa’. Tetapi saya sangat bangga dengan hubungan saya bersama Matthew Vaughn. Saya bangga terhadap film ini. Apapun itu, saya akan dengan senang hati kembali dan menyelesaikan satu lagi,” ungkap Egerton.

Setelah itu, aktor 29 tahun tersebut mempertimbangkan untuk mengambil rehat. “Dan setelah itu, saya berpikir untuk mundur sejenak. Rasanya saya sudah habis-habisan di usia 20-an,” katanya.

“Saya tidak tahu apakah itu [bermain di Kingsman] tepat untuk usia 30-an, karena menurut saya karakter saya [sebagai Eggsy] sangat remaja. Dan jika dia [Eggsy] akan kembali lagi, saya rasa dia juga harus sedikit lebih tua,” lanjut Egerton yang juga akan muncul dalam film Robin Hood mendatang.

Artikel terkait : Harga Paku Beton, Sekrup

“Saya rasa akan lebih menarik kalau saya pergi sejenak lalu kembali lagi. Kingsman selalu beregenerasi, saya pikir ada cukup banyak kehidupan di dalamnya dan akan sangat menyenangkan untuk bisa bereksplorasi dari sisi lain dan menjadi mentor untuk orang baru, misalnya,” ucapnya.

Dengan perkataan yang nyaris terasa terselubung, sukar untuk mengetahui jika Egerton memberi bocoran atau benar-benar mengungkapkan isi hatinya. Namun lanjutan Kingsman dilaporkan akan memulai proses syuting pada Januari 2019 dengan tambahan beberapa karakter baru dari The Great Game yang diperkenalkan di Kingsman 3.

Simak Lady Gaga Tak Bisa Pulang ke Rumah Usai Kebakaran California

Lady Gaga tampaknya belum bisa kembali pulang usai kebakaran lahan hebat melanda California, termasuk kawasan sekitar rumahnya pada pekan lalu.

Ia menyebut untuk sementara tetap mengungsi dan baru akan kembali ke rumahnya usai Thanksgiving.

Kebakaran lahan hebat melanda California pada pekan lalu dan menyebabkan ribuan orang diungsikan, termasuk para pesohor Hollywood.

Baca  Juga : Harga Cat Genteng

Gaga mengakui rumahnya tergolong selamat dari insiden yang meluas tersebut, tak seperti milik Miley Cyrus, Gerard Butler, Neil Young, dan Robin Thicke.

Akan tetapi, Gaga menyebut kebakaran lahan tersebut juga menelan sejumlah bagian properti miliknya.

“Saya amat bersyukur kepada pemadam kebakaran yang menyelamatkannya,” kata Gaga kepada Variety.

Gaga menyebut, rumah lainnya di kawasan tempat tinggalnya, atau seberang Pacific Coast Highway dari sisi laut, sepenuhnya hancur.

Kebakaran tersebut telah menghancurkan hampir 1.400 bangunan di area Malibu, Agoura dan Calabasas.

“Masih berasap. Saya tak yakin kapan kami bisa kembali,” kata Gaga. “Namun saya bersyukur. Amat bersyukur,”

Pada Sabtu lalu, Gaga mengunjungi stasiun pemadam kebakaran nomor 27 LA County Fire dengan temannya, chef Bo O’Connor.

Artikel Terkait : Harga Baja Ringan Untuk Rangka

Keduanya dikabarkan Variety membawa bakso dan pasta untuk para pemadam kebakaran dan mengucapkan terima kasih atas upaya pemadam menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya turut merasa duka bagi semuanya. Orang-orang kehilangan segalanya. Saya mencoba melakukan lebih, melakukan yang bisa saya lakukan,” kata Lady Gaga.

‘Tembakan’ Kilat BLACKPINK untuk Indonesia Simak Selengkapnya

Girlband BLACKPINK tampil perdana di Indonesia pada Senin (19/11). Meski tampil dengan durasi singkat, antusiasme fan tetap iringi penampilan mereka di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Girlband yang beranggotakan Jennie, Lisa, Ji Soo, dan Rose ini hanya tampil membawakan tiga lagu hit mereka. Keempat perempuan ini memang datang ke Indonesia sebagai bintang tamu acara perayaan ulang tahun sebuah perusahaan e-commerce.

Sebelum menampilkan lagu andalan mereka, BLACKPINK hadir di atas panggung menyapa para penggemarnya. Naik panggung dengan iringan lagu ‘Boombayah’, teriakan dan lambaian lightstick merah muda dari penonton pun turut menyambut kehadiran mereka.

“Halo semuanya! Hari ini bertemu dengan BLINK Indonesia, senang sekali. Salam kenal semuanya!” ujar Jennie.

Jennie pun mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat BLINK, sebutan fan BLACKPINK. Penampilan mereka pada Senin (19/11) ini merupakan kali pertama mereka hadir di Indonesia dengan formasi lengkap.

Tak hanya Jennie, Lisa yang sudah pernah datang ke Indonesia pada Agustus lalu itu turut mengingatkan para fan untuk datang ke konser mereka Januari mendatang.

Baca Juga : Harga Besi Hollow

Membuka panggung dengan lagu As If It’s Your Last, BLINK langsung menyambut lagu pertama tersebut dengan antusiasme tinggi. Tak banyak berbasa-basi, mereka langsung menyambung penampilan mereka dengan lagu ‘Forever Young’.

“Apakah semuanya bersenang-senang? Sangat disayangkan, ini lagu terakhir kami DDU-DU DDU-DU!” ujar Ji Soo.

Dengan tarian khas layaknya seorang penembak, lagu DDU-DU DDU-DU pun tampil sebagai penutup penampilan kilat girlband asuhan YG Entertainment malam itu.

Kursi Tidak Sesuai

Pelantun lagu ‘Whistle’ tersebut memang memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia. Terbukti dari terjualnya tiket acara terjual hampir mendekati titel sold out.

Artikel terkait : Harga Kawat Las RB26

Berkisar antara Rp280 ribu hingga Rp2,7 juta, tiket terbagi menjadi empat kelas yakni Black Standing, Black, Pink dan Orange Seated.

Namun sayang, nomor kursi yang tertera di tiket seolah hanya jadi pajangan. Para penonton tumpah ruah ke bagian depan menempati tempat duduk meski tak sesuai nomor tiket mereka.

Pihak Shopee selaku penyelenggara menyebutkan kesalahan ini terjadi karena kesalahpahaman pembawa acara yang menginstruksikan penonton untuk mendekat ke panggung.

“Keadaan pas event tadi, tempat duduk sudah diratakan. Cuma memang ada instruksi dari MC yang tidak kami rencanakan, mereka meminta penonton untuk turun mendekat. Makanya kita coba carikan tempat terbaik untuk mereka, kita buka festival lebih banyak.” ujar Manajer Brand Shopee, Rezky Yanuar.

Antiklimaks

BLACKPINK bukan penampil satu-satunya di acara perayaan ulang tahun e-commerce tersebut. Nama-nama seperti Via Vallen, Rizky Febian, GAC, Bunga Citra Lestari, J-Flow, dan Wizzy turut memeriahkan acara malam itu.

Tak dapat ditampik, BLACKPINK merupakan penampil yang paling ditunggu dalam acara ini. Namun, Jennie dan kawan-kawan justru tampil di bagian awal acara dalam waktu singkat sehingga membuat acara jadi kehilangan nyawa.

Setelah tampilnya BLACKPINK, antusiasme penonton terasa menurun. Penantian penggemar selama berbulan-bulan untuk menyaksikan girlband asal Korea Selatan itu seolah menjadi antiklimaks.

Peletakkan BLACKPINK di awal ini bukan tanpa alasan. Pihak penyelenggara mengutarakan pertimbangan pengaturan penampilan didasarkan pada jadwal girlband tersebut.

“Merencanakan event ini cukup lama, 2-3 bulan. Cari jadwalnya agak susah, waktunya agak susah karena BLACKPINK harus pulang ke Korea malam ini,” jelas Rezky.

BLACKPINK akan kembali ke Indonesia pada 20 Januari mendatang. Selain Jakarta, pelantun lagu ‘Stay’ ini akan menyambangi beberapa negara Asia lainnya seperti Hongkong, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Taiwan dalam rangka tur bertajuk ‘In Your Area’.

Brikut ‘Venom’ Kuat Hadapi ‘Fantastic Beast 2’ di China

‘Venom’ tetap kuat bertahan di puncak box office China meskipun film ‘Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald’ telah mulai tayang di negara tersebut.

Film tersebut berhasil mengumpulkan US$87 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. Menurut analis industri tiket di Asia, Artisan Gateway, angka itu menambah pendapatan Venom menjadi US$187 juta atau Rp2,7 triliun di China.

Perolehan itu disebut sebagai pendapatan kedua tertinggi di China untuk kategori film superhero.

Baca Juga : Harga Beton Ready Mix Jayamix

Capaian Venom ini bahkan disebut hampir merebut prestasi yang sempat ditorehkan film itu di pasar domestik Amerika Utara. Di sana, Venom mendapatkan US$210 juta.

Di sisi lain, membuntuti ‘Venom’, film ‘Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald’ berhasil mencetak angka US$34,8 juta di China atau setara dengan Rp508 miliar.

Dari angka tersebut, sebesar US$4,5 juta atau sekitar Rp65,6 miliar berasal dari penayangan 557 layar IMAX.

Meski mengalami rentang pendapatan cukup lebar, Variety mengabarkan, kedua film tersebut ditayangkan dalam jumlah layar yang tak jauh berbeda pada Jumat lalu.

Fantastic Beasts 2 dikabarkan tayang di 125 ribu penayangan, dan Venom diberikan jatah sebanyak 105 ribu kali penayangan.

Namun pada Sabtu, banyak bioskop pindah hati ke Venom lantaran dianggap lebih menguntungkan.

Di sisi lain, di akhir pekan debutnya, Fantastic Beasts: The Crime of Grindelwald berhasik meraih US$253 juta atau sekitar Rp3,6 triliun secara global.

Berdasarkan data box office terbaru, capaian Fantastic Beasts 2 tersebut berasal dari US$62 juta di pasar domestik Amerika Utara dan US$191 juta di pasar internasional.

Artikel Terkait : Harga Kanopi Baja Ringan

Meski tercatat cukup besar, film ini dilaporkan Variety amat mengandalkan pasar internasional untuk mengembalikan modal bujet produksi yang cukup mahal sebesar US$200 juta.

Hal tersebut dikarenakan lesunya pasar domestik Amerika Utara, sehingga menyebabkan Fantastic Beasts 2 ‘hanya’ memperoleh US$60 juta di akhir pekan pertamanya.

Capaian akhir pekan debut Fantastic Beasts 2 di pasar domestik tersebut lebih rendah dibandingkan seri prekuelnya, Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) yang mencapai US$74,4 juta menurut data Box Office Mojo.

Simak Diduga Siapkan Teror Natal, Tiga Pria Ditangkap di Melbourne

Tiga orang yang diduga merencanakan serangan teror “mengerikan” di Melbourne ditangkap Selasa (20/11) pagi, hanya berselang dua pekan setelah terjadinya insiden penusukan yang diklaim ISIS dan menewaskan dua orang di kota kedua terbesar di Australia tersebut.

Baca Juga : Harga Atap Sirap

Ketiga pria yang ditangkap adalah warga negara Australia keturunan Turki. Mereka ditahan polisi anti-teror dalam penyerbuan malam hari saat mereka berencana meningkatkan penyerangan daerah-daerah ramai di Melbourne, menurut polisi.

Orang-orang itu “pasti terinspirasi oleh ISIS”, kelompok Negara Islam Suriah, tetapi tidak memiliki hubungan langsung dengan organisasi tertentu, kata Kepala Kepolisian Graham Ashton.

Ketiganya, yang namanya tidak diungkap tetapi termasuk dua bersaudara, telah diselidiki sejak Maret. Mereka disebut Ashton menjadi “lebih bersemangat” sejak serangan penikaman yang terinspirasi ISIS di Melbourne pada 9 November.

Mereka berusaha membeli senapan semi-otomatis kaliber .22 dan polisi menduga mereka menargetkan perayaan Natal, ketika kerumunan besar orang berkumpul di kota.

“Tujuannya ke tempat yang ramai, saat jumlah orang-orang maksimum akan hadir, untuk dapat membunuh –dugaan kami– jumlah orang sebanyak mungkin,” ujar Ashton kepada wartawan.

Kelompok itu belum memilih target atau waktu khusus untuk serangan itu, dan Ashton menambahkan bahwa polisi yakin penangkapan hari Selasa telah “menetralisir setiap ancaman terhadap … dari kelompok ini”.

Dalam serangan 9 November, seorang warga Australia kelahiran Somalia, Hassan Khalif Shire Ali, menikam dan menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya di sebuah pusat perbelanjaan sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Korban serangan itu, Sisto Malaspina, 74, dimakamkan dengan prosesi kenegaraan di Melbourne pada Selasa ini.

Artikel Terkait : Harga Plat Besi Baja Hitam

Ratusan warga Melbourne dan orang-orang terkemuka menghadiri kebaktian di Katedral St Patrick di Melbourne untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Malaspina, pemilik kafe Italia yang dicintai warga setempat.

Ketiga pria yang ditangkap itu berusia 30, 26 dan 21, dan akan diadili di pengadilan Melbourne pada hari itu dengan pelanggaran terkait terorisme dan berpotensi terkena hukuman penjara seumur hidup.

Sejak 2014, kepolisian Australia sendiri telah menangkap 90 orang terkait dugaan 40 aksi-terorisme.

Melbourne telah menjadi sasaran sejumlah serangan dan plot.