Inilah Investor ‘Berebut’ Surat Utang Saudi Aramco

Investor internasional jatuh cinta pada penawaran surat utang (obligasi) yg dikerjakan perusahaan minyak sangat menguntungkan, Saudi Aramco. Dari gagasan penerbitan obligasi sebesar US$10 miliar atau sama dengan Rp140 triliun (kesimpulan kurs Rp14 ribu per dolar AS) , permohonan yg masuk meraih US$100 miliar atau sama dengan Rp1. 400 triliun.

Saudi Aramco untuk kali pertamanya menerbitkan surat utang internasional pada Selasa (9/4) waktu ditempat. Menurut sumber CNN. com, penerbitan surat utang itu alami keunggulan permohonan sampai 10 kali lipat atau meraih US$100 miliar.

Perusahaan punya negara Arab Saudi itu memiliki rencana menerbitkan surat utang meraih US$10 miliar. Akan tetapi, jubir perusahaan menampik memberikan komentar.

Baca Juga : Harga Glass Block

Kebanyakan, dalam transaksi penerbitan surat utang yg besar yg disertai permohonan yg tinggi, investor sering menambah pesanan mereka pada beberapa sekuritas untuk beroleh alokasi.

Arab Saudi memiliki rencana untuk jual beberapa sahamnya ke publik pada tahun kemarin jadi sisi dari tranformasi kerajaan di sektor ekonomi, tapi gagasan IPO itu gagal direalisasikan. Minimnya transparansi atas besaran cadangan daya negara itu udah membuat skeptisisme mengenai kemampuan penjualan serta nilai dari Aramco.

Mulai sejak itu, cadangan daya Arab Saudi udah diaudit dengan cara mandiri serta tertulis sebesar 268, 5 miliar barel. Kemungkinan itu dikit tambah tinggi dari angka 266, 3 miliar barel yg awal kalinya diungkapkan pemerintah Saudi.

Awal bulan ini, Aramco keluarkan prospektus untuk penawaran obligasi yg membuktikan pencapaian untung mereka meraih U$ 111 miliar atau sama dengan Rp1. 554 triliun pada tahun kemarin. Ini merupakan kali pertamanya raksasa minyak itu mengutarakan detail keuangan begitu.

Perusahaan mengemukakan bakal memanfaatkan dari hasil penjualan obligasi untuk maksud umum. Investor menghendaki beberapa dari uang yg dikelompokkan untuk mendanai pembelian 70 prosen saham Saudi Basic Industries Corporation (Sabic) , perusahaan petrokimia punya negara.

” Ini wajar jika perusahaan sangat menguntungkan di dunia, pada kiprah penjualan obligasi internasional tangkap banyak ketertarikan investor. Investor terlihat udah tidak hiraukan kegelisahan atas keterkaitan pemerintah dalam keuangan Aramco, ” kata Aarthi Chandrasekaran, manajer portofolio di SHUAA Asset.

Artikel Terkait : 10 Hp Smartphone Terbaik

Pemerintah Saudi awal kalinya menyatakan bakal melepas 5 prosen saham Aramco ke publik serta membidik bisa beroleh dana
sebesar US$ 100 miliar. Dana itu bakal digunakan untuk membiayai visi baru negara itu di sektor perekonomian pada 2030.

Saudi udah mengerjakan usaha agresif untuk menarik investasi internasional lantaran negara itu menganeka-ragamkan ekonominya menjauh dari minyak. Akan tetapi, jalinan Saudi dengan beberapa negara Barat terakhir merenggang seusai pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dalam suatu konsulat Saudi tahun kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *