Apa Ruangan Terpenting di Dalam Rumah? Simak Selengkapnya

Terdapat beberapa tempat dalam rumah, ditambah lagi bila rumah itu besar serta bertingkat. Menurut Anda, tempat apakah yang sangat utama dalam rumah?

Banyak orang-orang menilainya kamar tidur, lantaran tempat itu merupakan tempat seorang memakan waktu sangat banyak. Juga bisa area tamu tempat terima serta melayani tamu dalam rumah. Atau malahan dapur tempat dibuatnya bermacam makanan?

Baca Juga : Harga Lantai Kayu

Menurut feng shui, yang diberitakan dari purewow. com, 8 Maret 2019) , tempat utama dalam rumah malahan area bawah tanah.

Feng shui sendiri merupakan disiplin Tiongkok kuno yang menelaah peletakan objek serta bagaimana peletakan itu bisa pengaruhi kekuatan dalam rumah.

Artikel Terkait : Harga Kayu Gaharu

Terus, mengapa area bawah tanah dapat jadi tempat utama yang ada dalam sebuah rumah? Area bawah tanah lewat cara harafiah merupakan landasan rumah, hingga getaran, serta kekuatan sehubungan dengan tempat itu dapat beresonansi ke semua sisi rumah.

Sayangnya, banyak orang-orang memakai area bawah tanah malahan menjadi tempat pembuangan sampah atau menaruh beberapa barang yang sudahlah tidak diperlukan, ditumpuk lewat cara asal-asalan, serta amburadul. Berikut yang lalu membuat rumah Anda sebetulnya berasa lebih berat serta kalut.

Inilah Jika Rumah Anda Ramah Lingkungan? Kenali Cirinya

Tinggal di perumahan yang nyaman tentu saja jadi impian banyak orang-orang, terlebih mereka yang berada di daerah perkotaan. Tingginya pencemaran lingkungan serta poluasi hawa jadi keresahan sendiri, mengingat ke-2 perihal ini bakal sangatlah merubah mutu kesehatan.

Apabila tdk dijaga dengan baik, jadi bukan kemungkinan kecil beragam penyakit bakal menyerang. Buat menangani perihal ini, pilih perumahan yang ramah lingkungan cukuplah banyak jadikan pertimbangan.

Baca Juga : Harga Kabel Listrik

Tidak cuman rumah nyaman, tinggal di daerah perumahan ramah lingkungan jadi soal khusus yang layak diperhitungkan. Daerah begini dirasa bertambah nyaman serta punyai mutu hawa serta kebersihan yang lebih baik, apabila dibanding dengan daerah padat di perkotaan.

Tapi satu daerah yang dikatakan ramah lingkungan semestinya punyai persyaratan pribadi sehubungan dengan beragam keadaan di lingkungannya. Yakinkan Anda tinggal di daerah yang ramah lingkungan begini, supaya mutu kesehatan serta kenyamanan Anda dapat lebih terbangun.

Nah, apa rumah Anda telah termasuk juga ramah lingkungan? Ketahui beberapa ciri perumahan yang ramah lingkungan di bawah ini, seperti dilansir dari Amati. com.

1. Diperlengkapi dengan Area Terbuka Hijau serta Akses yang Simpel

Perumahan yang ramah lingkungan biasanya punyai area terbuka hijau dengan luas yang cukup. Ruang ini bisa jadi satu diantaranya yang terutama, dimana polusi hawa bisa ‘disaring’, hingga aliran hawa semakin lebih bersih.

Area terbuka hijau pun jadi ruang serapan air serta sekalian jadi area komunal buat beberapa penghuni perumahan, dimana beragam pekerjaan luar rumah bisa dikerjakan dengan nyaman.

Ruang ini mesti simpel dibuka dari beragam arah, supaya semua penghuni dapat menikmatinya dengan simpel.

2. Tata Letak Perumahan Seimbang alias Tdk Demikian Padat

Perumahan yang ramah lingkungan pun umumnya tdk demikian padat serta sebaran rumah-rumah di dalamnya rata pada tiap-tiap sisi. Bangunan-bangunan di dalamnya tdk sama sama berhimpitan serta berikan kesan-kesan penuh, seperti perumahan yang padat.

Perihal ini berikan kenyamanan lebih buat penghuninya. Penghuninya tambah lebih simpel mengerjakan aktivitas serta nikmati ketenangan dalam rumah atau lingkungan seputarnya.

Artikel Terkait : Harga Upah Borongan Pekerja Tukang Bangunan

3. Lingkungan Perumahan Terintegrasi

Daerah yang ramah lingkungan pun punyai layanan simpatisan sangatlah layak. Umumnya penghuni bakal tinggal, belanja, serta berekreasi di lingkungan itu saja, termasuk juga kerja sekalinya.

Lingkungan ini biasanya diperlengkapi dengan bermacam layanan publik yang cukup, hingga penghuninya dapat penuhi semua keperluan mereka, tiada butuh jauh-jauh ke luar dari lingkungan tempat tinggalnya.

Tidak cuma itu saja, beragam pekerjaan ini pula umumnya dapat dikerjakan dengan berjalan kaki atau bersepeda saja, tiada butuh memakai kendaraan bermotor.

Pelni Siapkan 6 Kapal Bantuan ke Palu, Ini Jadwalnya

Jakarta PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – PELNI menyiapkan 6 kapal sebagai angkutan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Layanan ini dilajukan untuk mewadahi masyarakat, instansi, lembaga, BUMN, dan perkumpulan yang akan mengirim bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Palu.

Enam kapal ini akan diberangkatkan dari lima pelabuhan yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Soekarno Hatta, Makasar. Selain itu, Pelabuhan Nusantara Pare-pare dan Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Sebanyak 6 kapal yang disiapkan meliputi KM Dobonsolo, KM Lambelu, Labobar, Binaiya, Egon dan 1 kapal Tol Laut KM Lognus 1.

“Penyediaan angkutan bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud “BUMN Hadir Untuk Negeri” dan kepedulian PELNI sebagai BUMN transportasi laut yang dapat mengantarkan bantuan kemanusiaan dalam kondisi darurat. Hal ini sesuai penugasan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Ridwan Mandaliko dalam keterangannya, Senin (1/10/2018).

KM Dobonsolo, KM Lambelu, KM Labobar merupakan kapal PELNI tipe 2000 dan 3000 pax dapat mengangkut orang, barang dan kontainer dalam jumlah terbatas.

KM Binaiya merupakan kapal tipe 1000 pax dapat mengangkut penumpang dan barang. KM Egon merupakan kapal Roro, dapat mengangkut alat berat, kendaraan, sepeda motor, dan orang. Dan KM Lognus 1 merupakan kapal barang kontainer berkapasitas 350 teus.

Jadwal Pemberangkatan

ASDP Siapkan 3 Kapal Gratis ke Palu dan Donggala

Serang – Masyarakat yang akan mendatangi keluarganya di Palu dan Donggala, bisa berangkat secara gratis menggunakan tiga kapal yang disediakan PT ASDP Ferry Indonesia.

Tiga kapal yang disediakan oleh ASDP adalah KMP Julung-julung yang berangkat dari Pelabuhan Taipa, Sulawesi Tengah. Lalu KMP Drajat Paciran dan kapal kargo KM Melinda 01 yang berangkat dari Tanjung Perak menuju Taipa, Sulawesi Tengah.

“Semoga dengan dukungan penyediaan kapal ASDP, dapat menjadi alternatif transportasi bantuan logistik bencana alam ini dan dapat membantu proses penanganan pascagempa, sehingga kondisi masyarakat dapat segera pulih,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Imelda Alimi, Serang, Senin (1/10/2018).

Dia menambahkan, KMP Julung-Julung memiliki ukuran 600 GRT. Jenis kapal roro ini berkapasitas penumpang sekitar 185 orang dan tujuh unit kendaraan kecil. Lalu KMP Drajat Paciran berukuran 2.900 GRT yang merupakan kapal jenis roro yang dapat mengangkut 350 orang penumpang dan 40 unit kendaraan campuran.

Sedangkan KM Melinda 01 merupakan jenis kapal general cargo memiliki kapasitas muatan logistik hingga 1.000 ton.

KMP Julung-Julung membawa barang kebutuhan pokok dan air bersih, telah berangkat pada Senin 1 Otkober 2018 pukul 12.00 WITA dari Pelabuhan Toli-toli, dengan waktu tempuh 22 jam sampai ke lokasi bencana.

“Sesampai di pelabuhan, kami telah berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat, agar pendistribusian barang-barang bantuan dapat segera dilakukan dengan cepat dan tepat,” terangnya.

Ini Titik-Titik Fokus Pencarian Pesawat Lion Air JT 610

Jakarta – Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI dan Polri masih menyisir Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pascajatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Kepala Seksi Operasi SAR Jakarta Made Oka Asnawa mengatakan tim belum menemui kendala berat dalam pencarian pesawat baru itu.

Menurut dia, tim SAR gabungan tengah memfokuskan pencarian badan pesawat yang berada di bawah permukaan air.

Made juga menyebut, pihaknya akan melakukan scan sonar yang difokuskan pada 0,5 mil di area penemuan pertama kali serpihan pesawat Lion Air.

“Kurang lebih radius 0,5 mil akan discan semua dari kapal-kapal yang hari ini dijadwalkan untuk pencarian di permukaan air,” kata Made, Selasa (30/10/2018).

Empat kapal yang dilengkapi dengan peralatan deteksi bawah air tersebut yaitu KRI Rigel dengan dilengkapi dengan peralatan multi beem echo sounder (MBES), side scan sonar, dan remotly operated underwater vehicle (ROV). Kapal kedua, KN SAR Basudewa Jakarta yang dilengkapi dengan Side Scan Sonar.

Kemudian, Kapal Baruna Jaya milik Badan Penelitian Pengembangan Teknologi (BPPT) yang dilengkapi dengan MBES, ping locator untuk memdeteksi sinyal kotak hitam, dan ROV. Sedangkan kapal yang keempat, Kapal Dominos milik Pertamina yang dilengkapi dengan side scan sonar, MBES, ping locator, dan digital global positioning system (DGPS).

Sedangkan untuk pencarian di permukaan air, kata dia, pihaknya akan memfokuskan pada jarak 4 mil dari lokasi pertama puing pesawat Lion Air JT 610 ditemukan.

“Utuk area searching di atas permukaan air kaki sesuaikan kurang lebih radius 4 mil dari titik duga pertama,” jelasnya.

Sebab Tak Utuh

Tim SAR gabungan yang dari Basarnas dan TNI Angkatan Laut menemukan beberapa bagian pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Basarnas menduga, pesawat ditemukan tidak utuh karena tekanan dan hantaman keras dengan air laut.

“Menurut saya, dari ketinggian segitu menuju ke air tekanannya lebih keras. Mungkin juga karena benturan itu juga pecah dan mengakibatkan serpihan berdampak pada tubuh korban,” jelas Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI Bambang Suryo Aji di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Bambang Suryo juga belum bisa memastikan, apakah pesawat Lion Air JT 610 meledak sebelum jatuh ke laut atau tidak. Namun, serpihan ekor pesawat yang ditemukan menunjukkan tak ada bekas terbakar.

“Kita tidak tahu meledak atau tidaknya,” kata Bambang.

“Bagian ekor serpihannya yang ditemukan, ada logo Lion-nya itu. Tidak ada seperti terbakar, hanya potongan saja,” tambah dia.

Tim King Jakarta-Papua Menengok Perbatasan Papua Nugini

Jakarta – Tim petualangan penunggang sepeda motor Rx-King terus melanjutkan perjalanan rute Jakarta-Papua. Mereka tiba di Jayapura pada Rabu, 10 Oktober 2018.

Tim menyeberang dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, naik kapal Pelni KM Sinabung menuju Jayapura. Perjalanan kapal selama empat hari. Kapal merapat di Pelabuhan Jayapura pada Rabu sore pukul 16.10 WIT.

“Syukur alhamdulillah tiba dengan selamat di Jayapura tanpa ada kekurangan satu pun,” demikian pernyataan empat kingers–sebutan para pencinta Rx-King, dengan raut muka yang bahagia.

Dijemput beberapa anggota dari Jayapura Owner King (JOKi) di Pelabuhan Jayapura, empat kingers diarahkan menuju rumah singgah di Balai Transmigrasi Sentani untuk beristirahat. Esoknya akan melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Kamis siang pukul 10.30 WIT, 11 Oktober 2018, tim kingers melanjutkan kembali perjalanan menuju perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

“Waktu perjalanan kurang lebih dua jam, perjalanan santai dengan kecepatan 60 km/jam,” ujar Andika Triadi, anggota King’s Club Djakarta.

Mereka sangat bahagia bisa membawa motor-motor kesayangannya di perbatasan Indonesia – Papua Nugini/ SKOUW Border Post Of The Republic Indonesia, nama dari perbatasan indonesia timur.

“Seperti mimpi kami bisa melintasi dari Jawa ke Bumi Cendrawasih, harapan besar bagi sebuah komunitas dan bikers bisa sampai titik timur Indonesia,” kata M.Azis, salah satu kinger.

Acara puncak Jambore Nasional Yamaha RX King Indonesia XIII di Pantai Khalkote Jayapura Papua, Sabtu siang, pukul 10.30 WIT 13 Oktober 2018. PErwakilan beberapa komunitas di seluruh Indonesia berkumpul menjadi satu di lokasi tersebut. Mereka berkeliling kota Jayapura mengunakan sepeda motor kesayangan beramai-ramai dengan kawalan dari petugas kepolisian jayapura.

“Sukses terus untuk acara jambore nasional yrki ke-13, semoga tambah maju, acara jambore nasional ke-14 selanjutnya berada di Pulau Sumatera” ujar para peserta.

Usai perhelatan, tim kingers dari Jakarta langsung mencari jadwal kapal. Ternyata jadwalnya tidak menentu, sehingga empat kingers sepakat mengirimkan motornya tersebut melalui kargo barang Jayapura-Surabaya. Sampai di Jayapura, pengurusan motor dibantu oleh anggota Club Of King Surabaya (COKS) Indra Setiawan.

Para kingers balik dari Jayapura naik pesawat menuju Surabaya kemudian lanjut Jakarta. Sampai jumpa lagi Papua. (Andika Triadi)

Empat anggota komunitas sepeda motor Yamaha RX-King menyisir jalur dari Jakarta menuju Papua dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya. Mereka menceritakan kisah perjalanannya secara berseri.

Hari Raya Nyepi, ASDP Tutup Sementara Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok

Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup sementara layanan penyeberangan dari dan menuju ke Pulau Bali.

Layanan penyeberangan itu di lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Lembar-Padangbai selama 24 jam pada saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941.

Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini mengatakan, sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali dan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penyeberangan terkait Hari Raya Nyepi Tahun 2019, akan dilakukan penutupan sementara layanan operasional penyeberangan di dua lintasan yang menghubungkan  Jawa, Bali dan Lombok.

Hal ini dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Pulau Bali yang sedang melaksanakan catur brata Nyepi pada Kamis (7/3/2019).

Pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 23.00 WIB atau 24.00 WITA. Sedangkan pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk Kamis (7/3) pukul 05.50 WITA atau 04.50 WIB,” kata Imelda kepada wartawan, Kamis pekan ini.

Selanjutnya, pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Lembar pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 19.30 WITA, dan pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Padangbai pada Kamis 7 Maret 2019 pukul 03.00 WITA.

“Penutupan sementara operasional di lintasan yang menghubungkan Jawa, Bali dan Lombok akan dilakukan selama 24 jam, dan akan kembali beroperasi normal pada Jumat (8/3). Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar mengatur jadwal perjalanannya dengan baik,” ungkapnya.

Sosialisasi

Dari Ketapang, pemberangkatan kapal pertama dari pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA, dan dari Pelabuhan Gilimanuk akan menyesuaikan dengan jadwal yang berlaku, dengan jadwal kapal diatas pukul 06.00 WITA.

Selanjutnya, pemberangkatan kapal pertama dari Pelabuhan Lembar pada Jumat 8 Maret 2019 pukul 04.30 WITA dan dari Pelabuhan Padangbai pada pukul 09.00 WITA.

Terkait layanan dan operasional selama Nyepi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang dan Lembar telah mengintruksikan kepada operator pelayaran yang beroperasi di kedua lintasan tersebut untuk menyosialisasikan penutupan sementara aktivitas penyeberangan kepada penumpang.

Begini Cara Aman dan Nyaman Liburan dengan Kapal Laut

Jakarta – Ada banyak moda transportasi yang bisa dijadikan pilihan untuk travelling, mulai dari bus, kereta api, pesawat, mobil pribadi, hingga kapal laut.

Dari semua transportasi tersebut, tentunya memiliki keunggulan masing-masing, tergantung kebutuhan dan keinginan penggunanya.

Namun, transportasi apa pun yang akan digunakan, memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan agar perjalanan aman dan nyaman sangatlah penting. Sehingga Anda bisa menikmati liburan seperti yang diharapkan.

Seperti halnya bila Anda memilih kapal laut untuk perjalanan liburan. Dengan menggunakan kapal laut, Anda bisa menikmati indahnya lautan yang menyegarkan pikiran dari aktivitas sehari-hari. Tapi, tentu saja ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan agar perjalanan Anda lancar.

Nah, jika Anda memilih kapal laut untuk pergi berlibur, berikut tips aman dan nyaman travelling dengan kapal laut, seperti dikutip dari Cermati.com, dan jadikan liburan Anda semakin menyenangkan.

1. Tentukan Kapan Anda akan Travelling

Aturlah perjalanan Anda dengan membuat jadwal keberangkatan dan kepulangan dengan tepat. Hal ini agar Anda bisa lebih menikmati liburan tanpa terkendala masalah sedikitnya waktu yang bisa Anda habiskan.

Pesanlah tiket keberangkatan dan kepulangan dari jauh-jauh hari untuk menghindari habisnya tiket. Jangan sampai Anda bisa pergi berlibur tapi kesulitan mendapatkan tiket kapal laut untuk pulang. Sebab, tidak semua rute yang kapal lautnya beroperasi setiap hari.

2. Siapkan Perlengkapan dan Kebutuhan Pribadi

Hari Raya Nyepi, Tingkat Hunian Hotel Meningkat di Banyuwangi

Banyuwangi – Libur Nyepi membawa berkah bagi para pengusaha hotel di Banyuwangi, Jawa Timur. Okupansi atau tingkat hunian hotel-hotel di Banyuwangi meningkat signifikan.

Hunian di seluruh hotel yang ada di Banyuwangi penuh dengan wisatawan dan penduduk yang datang dari Bali.

“Setiap Nyepi penduduk Bali pasti datang ke Banyuwangi dan hotel-hotel penuh,” kata Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Kamis (7/3/2019).

Orang nomor dua di Banyuwangi ini menyatakan, pihak Pemda membantu pengamanan yang dilakukan Kepolisian dan TNI dengan menerjunkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Yusuf menyebut, tidak hanya hotel berbintang 4 yang  mendapatkan berkah dari libur Nyepi ini. Menurut dia, hampir semua kelas hotel juga mengalami peningkatan. Kondisi ini hampir merata di seluruh hotel yang ada di Banyuwangi.

Salah satu hotel yang meningkat okupansinya adalah Hotel Mirah. Hotel yang berada sekitar 3 km arah selatan Pelabuhan Ketapang ini sudah dipenuhi tamu sejak dua hari lalu. Rata-rata tamu hotel yang datang berasal dari Bali namun tidak ikut merayakan Nyepi.

“Mulai kemarin, cek in tanggal 6 kemarin, rencananya cek out tanggal 8 besok,” kata Poppy salah satu tamu Hotel yang berasal dari Bali.

Pihak pengelola hotel mengaku terjadi kenaikan hingga 80 persen dari hari biasanya. Setiap pelaksanaan Nyepi memang selalu terjadi kenaikan hunian. Tamu-tamu sudah berdatangan sejak H-1 Hari Raya Nyepi.

“Pemesanan mulai kemarin dan banyak tamu yang datang ke hotel kita meginap di sini bersama keluarga,” ujar Manager Hotel Mirah, Novi Carera.

ASDP Tutup Sementara Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup sementara layanan penyeberangan dari dan menuju ke Pulau Bali, yakni lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Lembar-Padangbai selama 24 jam pada saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941.

Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini mengatakan, sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali dan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penyeberangan terkait Hari Raya Nyepi Tahun 2019, akan dilakukan penutupan sementara layanan operasional penyeberangan di dua lintasan yang menghubungkan wilayah Jawa, Bali dan Lombok.

Hal ini dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Pulau Bali yang sedang melaksanakan catur brata Nyepi pada Kamis 7 Maret 2019.

“Pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 23.00 WIB atau 24.00 WITA. Sedangkan pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk Kamis 7 Maret 2019 pukul 05.50 WITA atau 04.50 WIB,” kata Imelda kepada wartawan, Kamis pekan ini.

Selanjutnya, pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Lembar pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 19.30 WITA, dan pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Padangbai pada Kamis 7 Maret 2019 pukul 03.00 WITA.

“Penutupan sementara operasional di lintasan yang menghubungkan Jawa, Bali dan Lombok akan dilakukan selama 24 jam, dan akan kembali beroperasi normal pada Jumat 8 Maret. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar mengatur jadwal perjalanannya dengan baik,” ungkapnya.

Dari Ketapang, pemberangkatan kapal pertama dari pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA, dan dari Pelabuhan Gilimanuk akan menyesuaikan dengan jadwal yang berlaku, dengan jadwal kapal diatas pukul 06.00 WITA.

Selanjutnya, pemberangkatan kapal pertama dari Pelabuhan Lembar pada Jumat 8 Maret 2019 pukul 04.30 WITA dan dari Pelabuhan Padangbai pada pukul 09.00 WITA.

Terkait layanan dan operasional selama Nyepi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang dan Lembar telah mengintruksikan kepada operator pelayaran yang beroperasi di kedua lintasan tersebut untuk menyosialisasikan penutupan sementara aktivitas penyeberangan kepada penumpang.

Pencemaran Teluk Balikpapan, Nakhoda Kapal Divonis 10 Tahun

Balikpapan – Pengadilan Negeri Balikpapan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Zong Deyi, nakhoda kapal MV Ever Judger. Selain itu, nakhoda berkebangsaan Tiongkok itu juga didenda Rp 15 miliar dengan subsider 1 tahun penjara.

Sanksi itu diberikan Pengadilan Negeri Balikpapan karena Zong Deyi dianggap sengaja memasuki daerah terlarang hingga menabrak pipa bawah air milik Pertamina Balikpapan yang menyebabkan pencemaran di perairan Teluk Balikpapan, pada April 2018 lalu.

“Terdakwa bersalah sengaja menyebabkan pencemaran lingkungan di perairan teluk,” kata Ketua Majelis Hakim, Kayat, Senin, 11 Maret 2019.

Kayat mengatakan, terdakwa terbukti bersalah sesuai keterangan saksi-saksi jaksa penuntut umum (JPU). Zong Deyi dianggap sengaja melintasi zona merah perairan teluk, di mana dasarnya terdapat jalur pipa minyak mentah Pertamina Balikpapan.

Hakim berkeyakinan, MV Ever Judger diperlengkapi dengan navigasi sistem electronic chart display & information (ECDIS), yang merupakan sistem navigasi canggih yang mampu memandu kapal guna mengetahui adanya zona terlarang international maritime organization (IMO).

Bukan hanya itu, terdakwa dianggap mengabaikan keberadaan pelampung suar atau rambu buoy yang terdapat di perairan teluk. Padahal, Pertamina sengaja memasang rambu buoy guna menandai area mana saja yang terlarang bagi pelayaran kapal.

“Sistim ECDIS ada dalam kapal dan keberadaan peta laut Indonesia. Tanda buoy Pertamina juga ada di tempatnya. Ini mematahkan pembelaan terdakwa bahwa tidak mengetahui adanya pipa minyak dalam air,” tegas Kayan.

“Terdakwa malah memerintahkan mualim I menjatuhkan jangkar 1 segel atau sedalam 27,5 meter,” ucapnya.

Lantaran nekat melintasi jalur terlarang itu, akhirnya jangkar kapal MV Ever Judger menyeret serta memecahkan pipa minyak dalam air Pertamina. Tumpahan minyak mentah diperkirakan sebanyak 5 ribu liter hingga berujung kebakaran di perairan teluk.

Dampak kebakaran menyebabkan lima orang pemancing Balikpapan tewas, yakni Suyono, Sutoyo, Agus Salim, Wahyu Anggoro dan Imam M. Autopsi mayat para korban menunjukan mereka tewas disebabkan asap dan kobaran api.

Masyarakat Balikpapan pun menanggung kerusakan lingkungan air laut, hutan mangrove, serta keanekaragaman hayati. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memastikan perbaikan lingkungan butuh waktu sangat lama serta biaya yang tinggi.