Karena Ada 7 Pelabuhan Penghubung, Ekspor RI Tak Perlu Lewat Singapura

Pemerintah bakal menentukan 7 hub internasional atau pelabuhan penghubung internasional manfaat memotong biaya logistik. Langkah ini buat menukar Singapura yang sampai kini masih tetap jadi negara dengan pelabuhan alih muat atau transhipment kargo export asal Indonesia.

Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap, penentuan 7 hub internasional memiliki tujuan buat membuat biaya logistik (biaya logistic) yang sangat murah. Kehadiran hub internasional bakal membuat lebih mudah export Indonesia. Export RI bahkan juga langsung bisa (direct call) ke Amerika Serikat (AS) serta bahkan juga Eropa.

” Kita udah rapatkan buat 7 hub di Indonesia, kita pengen biaya yang terendah, lantaran transportation biaya itu yang buat harga-harga barang itu naik. Saat ini hub kita itu kan Singapura, walaupun sebenarnya jika kita posisikan Priok jadi hub internasional tak perlu ke Singapura, langsung pengen ke Amerika atau Eropa, ” tuturnya di Medan seperti ditulis Minggu (3/3/2019) .

Baca Juga : Harga Tangki Air

Ia memberikan, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan mapping (peta) berkaitan keperluan hub internasional RI itu. Pihaknya membidik mapping ini muncul sangat lamban bulan kedepan.

” Jadi yang disebut direct call itu dulunya saya fikir dari Ujung Pandang ke luar negeri tetapi nyatanya luar negerinya cuma ke Singapura, jika ke Singapura saja ngapain, ” kata ia

Mengenai dengan kehadiran 7 pelabuhan penghubung ini, dirinya sendiri mengharap biaya logistik dari transaksi export bisa didesak sekitar 35 sampai 55 %.

” Jadi bagaimana penurunan biaya itu dapat sampai 35 %. Justru ada yang 55 % kalau kita pindahkan itu, ” pungkasnya.

Menjadi info, 7 pelabuhan penghubung yang diputuskan menjadi hub internasional adalah Belawan/Kuala Tanjung Sumatera, Tanjung Priok Sumatera, Kijing Kalimantan Barat, Tanjung Perak Jawa Timur, Makassar Sulawesi Selatan, Bitung Sulawesi Utara, serta Sorong Papua Barat.

Menhub Pingin Kuala Tanjung Jadi Pelabuhan Internasional Seperti Tanjung Priok

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tinjau pembangunan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Medan, Sumatera Utara (Sumut) . Pelabuhan yang berada di Sumut ini direncanakan bisa mengekspor komoditas dengan berat di kapal sampai 100 ribu TEUs.

Menurut pantauan Liputan6. com, Sabtu (2/3/2019) , Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kelihatan temani Menhub buat memonitor perubahan pembangunan Pelabuhan KTMT yang gagasannya diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Maret 2019 ini.

” Buat persiapanya ini memang udah jadilah. Tinggal yang kecil-kecil saja sembari jalan dituntaskan. Obyek beroperasi dalam saat dekat, tinggal problem peresmian dari Presiden masih tetap kita lihat beberapa item yang kita pingin tuntaskan. Intinya kelak kelapa sawit semua mesti dari sini hingga kurangi traffic jam sekalian efisiensi, ” kata Luhut.

Disamping itu, Menhub Budi mengharap Pelabuhan KTMT bisa menjadi pelabuhan internasional tidak hanya Pelabuhan Tanjung Priok.

Artikel Terkait : Harga Wallpaper Dinding

” Kita pastikan jika sarana ini berjalan dengan baik dengan kemampuan yang baik juga oleh karenanya kita pingin melakukan satu percepatan export serta ini jadikan hub international tidak hanya tanjung priok, ” bebernya.

” Diresmikan selekasnya, minggu depannya kita bakal rapat ulas ini, ” ia memberikan.

Menjadi info saja, pembangunan Pelabuhan KTMT diawali pada tahun 2015 dengan investasi sebesar Rp 34 triliun. Pemerintah memberikan tugas PT Pelindo I buat bangun sekalian menjalankan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung.

Ini tertuang dalam Ketentuan Presiden Nomer 81 Tahun 2018 perihal Percepatan Pembangunan serta Pengoperasian Pelabuhan serta Daerah Industri Kuala Tanjung di Propinsi Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *