Sekolah Keluarga Dirintis di Setiap RW Berikut Cuplikanya

Pemkot Solo merencanakan membuat sekolah keluarga di tiap-tiap rukun penduduk (RW) manfaat tingkatkan literasi membuat keluarga yang bagus.

Lewat pendidikan keluarga yang baik, dikehendaki sdm (SDM) berubah menjadi berkembang. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menjelaskan, sekolah keluarga dikehendaki dapat berubah menjadi dasar awal sebelum membuat program peningkatan SDM yang lain.

Baca Juga : Cara Mudah Mencari Barisan Geometri Dan Deret Geometri

Lewat sekolah keluarga, orangtua dikasih wawasan bagaimana mendidik anak serta membuat keluarga sejahtera. “Termasuk bagaimana memperkenalkan sopan santun pada anak dan mendidik anak tiada gadget, ” kata Rudy di Solo, Jawa Tengah, tempo hari.

Sekolah keluarga, lanjut Rudy, tidak mempunyai kurikulum yang baku sama seperti sekolah resmi. Dalam evaluasi, Pemkot Solo bakal kirim pembimbing yang pakar di bagian literasi keluarga.

Pembimbing bakal memberi materi sesuai kepentingan keluarga di satu lokasi. “Satu pembimbing diusahakan bisa membina beberapa keluarga jadi pilot proyek. Selanjutnya dengan bertahap yang udah lulus berubah menjadi pembimbing sejawat di lingkungannya, ” urainya. Program itu semestinya bakal menggandeng PKK serta tidak dapat berjalan sendiri.

Lewat sekolah keluarga, tiap-tiap keluarga dikehendaki mempunyai benteng dari beberapa penyakit penduduk seperti kekerasan pada anak serta wanita. Hal semacam itu bisa diperkirakan kalau keluarga bisa menjalankan peranannya jadi pagar hidup.

Artikel Terkait : Rumus Cara Menghitung Debit Air, Waktu Aliran, dan Volume Aliran

“Anak-anak serta generasi muda jangan pernah teperdaya gunakan narkoba serta tindak kriminil yang lain, ” lebih Rudy. Kepala Dinas Pemberdayaan Wanita, Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Penduduk Solo Widdi Srihanto memberi tambahan, sekian lama ini pemeran kekerasan pada anak serta wanita didominasi orang paling dekat hingga pengawasan dari keluarga berubah menjadi kunci.

“Kasus yang kami tangani tambah banyak begitu. Bila ada wanita mendapatkan perlakuan kekerasan fisik, kebanyakan malas lapor lantaran yang lakukan orang dekat, ” tandas Widdi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *