Berikut Kronologi Kisruh Internal Sekolah Bhinneka Yogya versi Yayasan

Perseteruan internal Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta dimaksud pihak pengelola berasal waktu yayasan mengusahakan membereskan data internal. Faktanya yayasan mengatakan tak miliki data guru atau data kontrak kerjanya.

Pihak yayasan mengagendakan pertemuan pada 14 Juni 2017 buat kerjakan pelajari bersamanya. Tapi nyatanya tak semua guru dapat ada. Demikian pula pada pertemuan selanjutnya pada 16 Juni, cuma beberapa guru saja yang ada. Terus dijadwalkan pertemuan pada tanggal 5 Juli.

Baca Juga : Cara Menghitung BMI (Body Mass Index)

” Pertemuan 5 Juli itu pointnya diberi tanda tangan kembali surat kontrak kerja pada SDM dengan yayasan. Tercatat harus ada, namun yang ada cuma guru SMA, ” tutur Operasional Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta, Andreas Candra Wibowo, di Sekolah Bhinneka, Jalan Kranggan, Yogyakarta, Senin (17/7/2017) .

Permohonan yayasan supaya banyak guru meneken atau diberi tanda tangan kontrak kerja baru itu lantaran pingin pendataan SDM. Bahkan Dinas Pendidikan ditempat mempersyaratkan tenaga pendidik SD sedikitnya S-1 PGSD. Oleh karena itu penyusunan kembali urutan butuh melakukannya.

Tapi tak ada guru SD atau SMP yang bersedia meneken kontrak baru. Pada 10 Juli diselenggarakan pertemuan kembali buat mengkaji pokok-pokok kasus, lantaran ada guru yang mengatakan tak digaji 3 sampai 4 bulan.

” Tapi dalam pertemuan itu tak ada yang mempersoalkan penghasilan. Hingga sejak mulai tanggal 10 Juli, permasalahan penghasilan dinilai clear. Terus kami menawarkan kembali yang pingin kontrak baru supaya ke arah ke ruangan yayasan, namun tak ada yang ke arah kesini, ” sambungnya.

Artikel Terkait : Cara Mencari Barisan dan Deret Geometri

Ia malah menyoalkan sikap Kepsek SD, SMP serta guru di Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta. Dikarenakan tak ada satu guru lantas di SMA Bhinneka Yogya yang menentang kontrak.

” Mengapa pihak (guru-guru) SMA wajar saja? Kalaupun dari yayasannya ini tak jelas, semua guru dari semua level (SD, SMP serta SMA) punyai masalah dong, ” kilahnya.

Meski guru SD serta SMP tidak pengin diberi tanda tangan kontrak baru, pihak yayasan udah kerjakan antisipasi pada hari pertama masuk sekolah. Langkahnya dengan mengharap guru SMA mengcover aktivitas belajar-mengajar di SD serta SMP.

Pemberitahuan ke orang-tua wali siswa juga dijalankan pihak yayasan. Tapi nyatanya orangtua siswa lebih menentukan masuk pada aktivitas belajar-mengajar di Ndalem Notoprajan.

” Kami udah mengusahakan buat memberi data serta input terhadap orang-tua murid lewat WA. Utamanya memperingatkan kembali tanggal 17 Juli dapat mengawali hari pertama sekolah di Bhinneka Tunggal Ika, ” katanya.

Seperti didapati, sejumlah 64 siswa SD serta SMP Bhinneka Tunggal Ika Yogya mengadakan kesibukan belajar di Ndalem Notoprajan. Jadi damoak permasalahan internal yayasan, orangtua siswa serta banyak guru yang dikeluarkan yayasan menempatkan aktivitas belajar di Ndalem Notoprajan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *